(Bukan Review, Bukan Liputan) Antara Perahu Kertas, Jogja, dan Hidup

Suatu hari di bulan September…

“Rik, 6 Oktober pulang kan? Jangan kemana-mana ya. Motoin si XXX nikah!”

“Hmmm…”, saya cuma mengangguk ketika saudara berujar demikian. “Kalo gak ada acara ya..”.

Oke, enam Oktober *nandain notes*. Semua masih berjalan seperti biasa, hingga Negara Api menyerang *ziiiing*. Entah akun [at]bentang_pustaka, entah [at]PerahuKertas yang terlebih dahulu berkicau di peredaran lini masa saya.

….Meet and Greet Cast Perahu Kertas 2 @ Gramedia Ambarukmo Plaza, Yogyakarta. Sabtu 6 Oktober 2012.

Dari 31 hari di bulan Oktober, kenapa harus angka 6 yang dipilih?? Kenapa bukan 9? Atau 69 *plak*. Dilema.

Dan karena hati itu dipilih (bukan memilih), saya pun mengikuti apa yang dipilihkan hati. Yay, Jogja~ Jogja~ Jogja~ *melipir* *ditimpuk Emak*

Sabtu, 6 Oktober 2012

Persiapan grasa-grusu di pagi buta, kereta Maguwo Ekspress yang akan membawa saya dari Kota Satria menuju Yogyakarta berangkat pukul 05.00. Begitu memarkir motor sekenanya, saya berlari menuju peron. Partner sudah menunggu. Beberapa saat setelah duduk di dalam gerbong, kereta pun melaju ~ membawa surat cinta bagimu~ kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya… *colok earphone*

Wuzzz

Tepat pukul 07.30 kereta merapat di Stasiun Yogyakarta. Mendung menggelayut di angkasa. Udara dingin Jogja menyapa.

Stasiun Yogyakarta

Dengan tampang bantal, saya celingukan mencari amunisi penenang naga di perut yang mulai berontak. Sepiring gudeg dan segelas teh manis panas. Gak ke Jogja namanya kalo gak makan gudeg. Tapi… Gudeg buatan Emak tetap paling juaraaaa *kemudian homesick* *eh.

a glass of spirit

Dari stasiun saya berjalan menuju halte Trans Jogja di dekat Malioboro. Malioboro – Amplaz dapat ditempuh menggunakan Trans Jogja bernomor 1A, transit di halte Bandara, kemudian lanjut Trans Jogja 1A arah kota. Mbingungi dab, penak motoran :p

Pukul 10.00, pintu utama Ambarukmo Plaza masih tergembok. Saya berputar, masuk ke Gramedia dari pintu di lobi timur. Sampai di lantai tiga..

mereka yang menunggu

Meh, sudah ramai ternyata. But everything’s still under control. Aha, lumayan dapet tempat enak buat mengintai. Hingga..

Admin Perahu Kertas??

Salah satu awak panitia Perahu Kertas datang dan menginformasikan bahwa para pemain Perahu Kertas 2 sedang otw ke gramed sekaligus mewanti-wanti agar pengunjung tetap tertib karena bla bla bla… OTW, Oke Tunggu Wae!! :D

Toeng. Tak dinyana tak disangka, tetiba muncul penampakan di depan saya. Errr…

p.e.n.a.m.p.a.k.a.n

Lalu??

Sepertinya ajian wanti-wanti admin Perahu Kertas (sebut saja begitu) kurang manjur. Ketika Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Elyzia Mulachela, dan Sharena memasuki arena, semua berubah rusuh. Eww.

Badalah??!!

“Yang depan duduk dong, duduk dong. Yang belakang jangan dorong-dorong. Ding dong ding dong!!” suara bersahutan dari segala penjuru. Tapi, suara hanyalah suara, faktanya…

Lalalalala~

“Yang baju garis-garis ngalangin woey! Yang kemeja coklat. Yang kaos kuning”, eaaaa.. baju gua belum disebut. Amaaaaaan *ngakak setan*.

Inilah hasil berpeluh ria di antara milyaran manusia ~ dan ku bisa dengan radarku, menemukanmu~

Yang masih belasan tahun mana suaranyaaaaaah?? Kyaaaa, Adipati kyaaaaaa *elus kuping*

Keenan B-)

Yang paling ekspresif, [at]MissSharena

Team Siska (*_*)9

 Tibalah giliran Maudy Ayunda. Karena saya berada di barisan samping (yang sepertinya lebih barbar), maka…

noleh sini dong…

Selalu tampak samping…

tampak samping sempurna *jedotin jidat*

Sekalinya tampak depan. Yak, terhalang tablet segede gaban *nenggak apotas*

Oh God Why???

Tetap semangat *singsingkan lengan baju*. Dapet juga *usap peluh*

Maudy tampak samping agak timur tenggara selatan barat daya :V

Demikianlah hasil petualangan satu hari saya. Gramedia Plaza Ambarukmo, Studio 4 Cinema 21, [at]895JizFM. Perahu Kertas berlayar, saya mengejar, walau susah sejajar, terimakasih sudah membuat saya sedikit belajar.

Bahwa dalam hidup, terkadang kita terjebak di antara pilihan-pilihan sulit. Banyak hal yang kita inginkan, terbentur berbagai hambatan. Kalo kata dosen DFD saya,

Garis tanganmu itu adalah segala sesuatu yang telah ditakdirkan untukmu, genggam apa yang bisa kamu genggam. Perjuangkan, wujudkan. Sedangkan urat-urat yang berada di luar genggamanmu, di luar jangkauanmu, pasrahkan pada-Nya…

Pukul 16.30, rombongan cast Perahu Kertas 2 bertolak menuju Jogja TV. Agenda yang padat. Waktu berlari, saya berhenti. Melepaskan…

Ups, 16.30. Maaak, kereta jam 16.50. Sepertinya ada yang harus saya kejar (lagi).

Pulang…

Yeah, sudah bisa ditebak, ketinggalan kereta untuk kali kedua. Nope, petualangan masih dan akan masih terus berlanjut :D

Kesimpulan:

Dibanding Perahu Kertas 1, Perahu Kertas 2 lebih runut dari segi alur. Pengambilan potongan-potongan gambar juara. Kata orang-orang film ini bisa membuat Anda menitikkan air mata, buat saya film ini cukup untuk mengeraskan rahang, menahan letupan-letupan di dalam dada *tsaaah*. Dengan senang hati saya katakan, saya menikmati :) *sungkem sama Dee*. Dan karena saya ketinggalan beberapa scene di menit-menit pertama, sempat hilang konsentrasi gara-gara Sharena, Elyzia, Adipati dan Maudy ada satu deret di depan saya, sepertinya harus nonton lagi *bukan postingan berbayar* :p

******

sumber gambar: dok. pribadi

A Little Experiment with Danbo

Siapa yang gak tau action figure berbentuk kardus yang lucu ini? Kalo kamu gak tau, sok gugling sok *gak niat bikin artikel* :P. Danbo merupakan tokoh dalam komik Yotsuba karangan Kiyohiko Azuma, saya sendiri kenal Danbo dulu baru komiknya. Baik Danbo maupun komiknya, sama-sama worth to know, worth to have juga, karena komik ini sudah membuat saya disangka orang gila gara-gara mesam-mesem, ngakak-ngakak di kubikel.

Yotsuba Koiwai

Keinginan memiliki danbo bermula dari ketertarikan saya terhadap segala hal yang berbau fotografi. Biar gak bisa jepret-jepret, kalo udah nenteng DSLR mah keliatan keren *ajaran sesat*. Apalagi ekspresi danbo yang datar tapi galau, ya 11-12 lah sama saya *pasang kacamata item*.

Setelah perjuangan menempuh Purwokerto – Magelang – Semarang – Jogja. Buset, muter-muter banget dah (gak usah bilang WOW!). Yak, ngebolang adalah hobi lain saya. Saya berhasil membawa pulang si Danbo. Yattaaaa *besoknya masuk angin* :|

And here is my little experiments with Danbo :)

This slideshow requires JavaScript.

sumber gambar: gambar 1: google, gambar lain: dok. pribadi

Demam Perahu Kertas??

Alat dan bahan

Ng.. Err.. Beginilah kalo kelamaan gak nulis, selalu diawali dengan kebingungan “Bagaimana cara memulai??”. Ya, walaupun memang selalu bingung  :p

Nah, post kali ini sedikit membangkitkan kebiasaan lama saya. Mencorat-coret sesuka hati. Dan karena pas dengan momen booming “Perahu Kertas”, mau tidak mau saya yang labil dan mudah terkontaminasi ikut-ikutan kena demamnya..

Cerita dulu ya, Novel Perahu Kertas sendiri, pertama saya baca jaman tingkat II/III kuliah, bermodal pinjaman dari seorang teman yang memang hobi mengoleksi buku. Awalnya biasa, cuma sekadar ya-saya-sudah-baca-terus-kenapa? *dihanyutin ke kali progo*

Seiring waktu berlalu hari berganti, tahun 2012, timeline saya kembali ramai dengan postingan tentang “Perahu Kertas” yang akan difilmkan. Lewat teaser, liriknya yang mulai berseliweran. Tangan saya asyik mencari, browsing youtube, menelusuri resensi sana-sini. Hmm, Dee sungguh ciamik sekali menggandeng Maudy Ayunda *kuping+matabelo*

Okay, ngelantur. Berhubung tokoh utama dalam novel ini “Keenan” sangat suka melukis, saya juga suka-tapi-gak-bisa. Dan kebetulan kantor masih sepi pasca libur lebaran. Dan kebetulan kerjaan sengaja tidak terlihat menggunung. Dan kebetulan ada pensil, penghapus nganggur, juga seonggok tumpukan kertas dosa akibat salah print kerjaan, yang sepertinya menarik untuk dimanfaatkan, tadaaaaa alat dan bahan telah siap.

Corat-coret on progress

Didukung poster yang disediakan Mbah Gugel, sejumput kreativitas (sok banget dah lu). Saya mulai larut dalam dunia Kugy, Keenan, Luhde dan Remi. Mengutip penggalan sinopsis film ini dari wikipedia :

Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongeng, memilih Fakultas Sastra. Ia mempunyai kebiasaaan unik, membuat perahu kertas yang kemudian dilarungkannya ke sungai.

Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, Eko (Fauzan Smith), yang juga sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak. Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam-diam saling jatuh cinta. Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda (Kimberly Ryder).

Terimakasih snowman drawing pen.

Keenan pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena (ibu Keenan), sekaligus mentor Keenan melukis. Dalam suasana hati yang gundah, kreativitas melukis yang buntu, Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan. Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama lukisan Keenan.

Di sisi lain, Kugy berjuang untuk lulus cepat karena ingin meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya. Begitu lulus sidang, Karel (Ben Kasyafani) kakak Kugy membantu agar Kugy dapat magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik Remi. Prestasi kerja Kugy yang cemerlang akhirnya menarik perhatian Remi.

Terimakasih CorelDraw

Begitulah penggalan kisah mereka. Jika Anda penasaran, cukup sempatkan diri membaca novelnya *buka buku, colok headset, play full OST Perahu Kertas*. Berpetualang dengan scene-scene yang Anda ciptakan dalam imajinasi Anda. Atau menjadi penonton dan menikmati tiap adegan garapan Hanung Bramantyo. Atau kedua-duanya. Perkara puas tidak puas, semua bergantung pada penilaian masing-masing individu.

Everyone has their own way to enjoy something. Dan saya memilih cara yang berbeda :)

I will find you, yes I will.. :)

Sumber gambar: Dokumentasi pribadi.